Sekapur Sirih
Assalamu'alaikum wr.wb.
Again.
Ini kesekian kalinya saya bikin blog. Raja malas ditambah kemudahan dalam bermedsos membuat saya lalai menulis blog yang sudah saya buat sejaaaaaak laaammaaa (ya, sejak lama). Sejak masih kuliah S1 udah belajar ngulik-ngulik blog. Pernah rutin tapi yah isinya alay gitu. Maklum, waktu itu saya masih berada dalam masa-masa dimana boyband dan girlband itu kece. Yups, once upon a time, i am KPOPERS. Namun, seiring berjalannya waktu dan dengan semakin bertumbuh kembangnya saya, saya semakin dewasa (dalam perspektif saya tentunya, hehe). Karena jiwa sesungguhnya masih seperti dulu tapi tuntutan hidup harus saya penuhi. Hah!!
Ok. Kembali ke Sekapur Sirih.
Tulisan saya yang pertama saya beri judul demikian karena saya merupakan hasil budi daya dua insan manusia yang mana mamah saya merupakan anak murid dari seorang guru yang merupakan ayah dari bapak saya. Keduanya orang Jambi (Original), lebih tepatnya berasal dari tanah yang adatnya serupa dengan adat minang, Kerinci. Kerinci merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Jambi. Sebelahan sama Padang sehingga membuat adat dan budaya setempat begitu serupa. Back to Sekapur Sirih. Sekapur Sirih sendiri merupakan sebuah adat yang dituangkan dalam sebuah tarian. Menurut KBBI (lebih tepatnya, situs http://kamus.cektkp.com/sekapur-sirih/..hehe) sekapur sirih adalah kata pengantar atau sambutan. Biasanya kita temui dalam buku-buku selalu diawali dengan kata pengantar, itulah sekapur sirih. Di Jambi sendiri, Sekapur Sirih juga merupakan sebuah tarian yang biasa ditarikan dalam acara-acara adat, pernikahan, maupun acara-acara resmi lainnya. Misalnya, acara seminar atau pertemuan yang mengundang tokoh-tokoh terkemuka, pasti akan selalu diawali dengan tarian sekapur sirih sebagai ungkapan selamat datang kepada tamu undangan dalam sebuah acara. Jangan ditanya tariannya bagaimana, saya pernah tahu tapi tidak pernah punya kesempatan untuk menarikannya (gini-gini saya pinter nari,haaahhh). Jadi intinnya seperti itulah. Halaman pertama ini saya beri judul Sekapur Sirih, sebagai tanda asal suku saya dan juga sebagai pengawal untuk tulisan-tulisan saya selanjutnya.
Well, ini blog tentang apa sih?
Anything, this blog gonna be my diary. Maybe not actual diary karena kalau diary kan paling ga harus rutin menceritakan hari per hari apa yang dialami. Tapi ini tidak. Saya menjadikan blog ini sebagai media saya menuangkan segala macam ide, unek-unek, kesenangan, dan berbagi pengalaman yang saya dapatkan dan bisa jadi saya akan menceritakan kejadian-kejadian yang sudah lamaaaaaa sekali terjadi. Yak. Lama. yaitu kejadian saat saya akan dilahirkan (emang inget?? hehe). Ok Just kidding. Saya selalu merasa hidup saya itu lempeng-lempeng aja. Tidak terlalu banyak yang bisa saya share. Namun, setelah dipikir-pikir, ga juga tuh. Makanya saya ingin benar-benar menulis apa yang ada didalam otak saya.
Tentang saya,
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mamah dan bapak saya keduanya orang kerinci asli. Namun demikian, saya tidak pernah bisa berbahasa ibu. Walaupun sekarang sudah mengerti sedikit-sedikit, tapi untuk mengucapkannya lidah ini kelu, kaku, bagaikan bertulang, tiada pernah bisa terucap (Ok Stop! drama queen..huft). Ya, saya tidak pernah bisa berbahasa ibu. Hal ini mungkin dikarenakan profesi bapak yang seorang anggota TNI-AD membuat kami sekeluarga harus berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Saya lahir di Cianjur, besar di Purwakarta, hingga kemudian sampai sekarang kami menetap di Kota Jambi. Lingkungan yang membuat saya akhirnya membuat saya lebih jago ngomong sunda daripada ngomong bahasa ibu saya sendiri. Saya punya 2 orang adik yang unyuk-unyuk (tolong depannya jangan ditambah huruf K, Please ^^) yang pertama namanya Yanti (P) dan yang bungsu bernama Robin (L). Hubungan saya dengan keduanya sangat dekat, bahkan dengan adik perempuan saya, kami memiliki banyak kesukaan yang sama jadi tidak sulit bagi kami untuk mencari topik pembicaraan. Sedangkan dengan si bungsu, dekat juga, namun jarak yang terlalu jauh kadang bikin topik pembicaraan out of the box. Dengan si bungsu saya akan bertanya, "Bin, gimana si ultramen nexus? masih jomblo?" atau "Bin, film lego di kids channel". Ok. nyambungnya cuma ultramen. dari ultramen. ke ultramen. trus ke bakso bakar. (ok yg ini ga bener-bener amat..hahaha). Yah, begitulah tentang keluarga saya. Singkat aja, tidak usah terlalu panjang.
Alhamdulillah. Untuk saat ini saya sudah memiliki keluarga kecil sendiri. Satu orang suami dan satu orang anak yang keduanya berjenis kelamin laki-laki (i am still the pretty one at home..hehehe). Suami saya seorang wiraswasta yang berasal dari pasuruan (kok bisa, next story ya, yang ini mesti eksklusif ceritanya, panjang). Kami menikah ditanggal cantik 040414 dengan waktu pengenalan hanya sebulan. Kita tidak taaruf, dan ternyata dia sangat jantan sekali untuk meminang saya. hoho. Sebulan kenal dan dekat, langsung ngomong ke ortu. Salut. Dari pernikahan kami, kami dikaruniai anak laki-laki yang lucu nan menggemaskan kami beri nama Abdul Latief El-Azam Iskandar. Saya sangat menyukai nama ini dari awal tahu nama ini di salah satu situs internet. Belakangan saya tahu bahwa ada beberapa tokoh hebat yang bernama sama. Salah satu dalam doa pun saya sebutkan semoga anakku kelak bisa menjadi orang sukses seperti yang lainnya. Aamiin. Kini Baby L sudah berusia 14 bulan dan baru bisa berjalan (meski masih melangkah-langkah dan terjatuh-jatuh).
Untuk latar belakang pendidikan, pendidikan terakhir dan paling teranyar (masih anget) adalah S2 Ilmu Material Universitas Indonesia. Saya dinyatakan lulus tanggal 6 Januari 2016 dan diwisuda bulan Februari 2016. Meski telah menyandang gelar M.Si. alias Makin Sinting, ups, maksudnya Master of Sains, saya belum terburu-buru untuk mencari pekerjaan. Saya masih ingin fokus pada anak dan rumah. Selain itu, ada beberapa wacana yang akan dan sedang saya jalani tahun ini. Berhubung suami merupakan tipe yang sangat penyabar dan tidak mengekang apa kemauan istri (yang penting keluarga tetap terurus dan tidak terabaikan) suamiku sangat mendukung dengan apapun yang ingin saya lakukan selama itu merupakan kegiatan yang positif.
Saya rasa cukup Sekapur Sirih dari saya. Selamat datang, selamat membaca Mommys Goblog. Semoga terhibur dan menginspirasi semuanya.
Ditunggu ya cerita-cerita saya selanjutnya.
Wassalamualaikum wr.wb
Komentar
Posting Komentar